Wednesday, December 3, 2008

Terdampar saat kuliah



Akhir semester = pembantaian

Laporan akhir penelitian
Kuliah pengganti berseliweran
PR-PR pemakan masa muda
Projek akhir kuliah membuat tak berdaya
Beserta bunga-bunganya

Dan nasib kita saat ini tampak seperti zombie tak bernyawa yg di-drive tugas-tugas diatas.

Hidup ini berat sekali!

Sunday, November 16, 2008

(My) hand made kimchi



Bagus ga keliatannya? Sudah lama sekali projek uji coba ini ingin ku lancarkan. Tapi baru sekarang bisa terlaksana.

Setelah punya 'kandidat' tempat nyimpen yg baik, akhirnya Sa buat Kimchi. Apa itu kimchi? Cari sendiri di wikipedia ada. Ato anak2 yg tergila-gila ama Korea ato cuma sekedar doyan nonton acara TVnya pasti tau ato pernah liat Kimchi.

Kita liat 2-3 hari ini,apa Kimchi buatan Sa berhasik ato tidak. Klo berhasil, ntar baru Sa post resepnya. Ssstt... jangan bilang2 ya?!
^_^

Nb: wew baru kerasa panasnya bekas cabe ditangan

Tuesday, October 14, 2008

Bye..bye...


'Tidak selamanya apa yg kita sukai itu baik buat kita'

Kalimat diatas benar2 menggambarkan keadaan sa sama handphone tercinta ini. Sebenarnya Sa bisa aja menerima segala kekurangan si cantik (hp) tg pada akhirnya cuma memberatkan Sa sendiri.

Kurang apa coba si cantik?! Warna bagus, bentuk lucu, bisa gprs, cek email, browsing, blogging, hampir semua kebutuhan bisa dipenuhi kecuali 1 dan amat krusial yaitu
..
..
..
Ga dapet sinyal klo dibawa ke dalem rumah di rancaekek, hiks...

Dengan sangat berat hati, daku harus melepasmu dgn penuh keikhlasan. Bye..bye..

Ps: cantik jgn sedih, tempatmu sudah digantikan hp yg lebih keren, w380i, kek kek kek

Friday, August 8, 2008

Mutan : ManUsia buaTAN

Nasib Peneliti di Pameran Ritech

Hidup ini berasa hampa.....
* * Tanpa Hot-Spot --> banyak wiFi pengumbar janji tanpa bukti [eta, Hot-Spot jadi-jadian ngulibek di stand masing-masing @_@]
* * * Tanpa Dorama --> Hard disk eksternal ketinggalan padahal dah di copy banyak Dorama sampe mau muntah kayanya tuch HD
* * * * Tanpa Simulator --> dengan PC spec rendah yang buat simulasi rasanya bertaun-taun dan rasio hang-nya luar biasa tinggi plus mulai rewel kaya balita pengen ice creame
* * * * * Diiringi Sound Track MIDI --> yang diulang beribu-ribu kali yang bisa jadi mengambil alih secara permanen beberapa bagian otak manusia yang mendengarkannya

Tapi... apa hubungannya coba sama MUTAN?????

Soalnya kehampaan ini kejadiannya di Jakarta. Ibu kota negara kita yang tercinta.

Duh kenapa sih dengan kota ini?! Kalo kesini berasa mau sakit nih badan. Tapi ngeri ga sih, siang2 bolong, terang benderang tapi ngeliat kota Jakarta dari ketinggian diselimuti kabut. Kalo ngeliat nya di pegunungan, bikin seger mata. Tapi kalo ngeliat yang kaya gitu di kota besar, bukannya bikin ngeri. Kayanya jadi males bernafas!

Oi...oi.... bukan melebih-lebihkan nih, tapi sore-sore pas sampe di tempat istirahat, pas ngebersiin idung, ga cuman item, tapi ada warna favorit juga, alias warna merah yang artinya hidung Sa berdarah. Nah loh! Kejam banget nih udara Jakarta!

Semoga Sa ga jadi mutan lah berlama-lama di Jakarta!

Saturday, July 19, 2008

Langit



Seperti langit
Yang membuatmu tenang, nyaman
Memberimu arti bahwa kau ada di dunia ini

Seperti langit
Kau tak dapat memilikinya
Bahkan sulit mengingatnya
Yang kau bisa lakukan hanya memandangnya
Menikmatinya saat dia mengizinkanmu memandang wajah indahnya

Saat rasa itu datang
Hal yg paling besar menyertainya adalah
Ketakutan

Maka hanya sang pemberani yg mampu mencintai
Meski bahagia pasti pergi
Meski berat hati menghinggapi
Meski rasa tak berarti membuatmu tak ingin berada di dunia ini

Tapi tetap kau seorang pemberani

Friday, July 18, 2008

Ngegembel..... tapi tetep okeh!

Ga tau kenapa, kalo lagi ada urusan ke Jakarta pasti berujung ketidak-jelasan jadwal pulang. Contoh kasus: bulan Mei saat ada seminar dan demo digital TV di wisma Antara, berakhir dengan nginep di rumah temen karena ga dapet travel pulang.

Today, alias hari ini, kamis, 17 Juli 2008, hal yang sama terjadi lagi, tapi yang ini versi 2 nya, jadi makin yahud, alias makin tragis (eh biasa aja kali ya?!).

Kamis pagi jam6.30 udah berangkat dari Bandung. Nyampe Jakarta, dibumbui dengan rutinitas ibu kota kita yang tak bisa dihindari (red: macet), sampailah di pit stop 1 jam9.30. Beres urusan di tempat pertama hampir memasuki jam2.

Setelah itu menuju pit stop 2, hotel Mulia Senayan. Yang harusnya janjian jam3 sore, diundurlah jadi jam4. Alhasil, daripada bengong dan berakhir ketiduran dengan pose yang ga membuat image diri jatuh terjungkal, mendingan diriku jalan2 ke Plaza Senayan. Ternyata itu Mall lebih menyeramkan daripada kuburan. Bukan karena sepi, tapi.... yah begitu lah.... sepertinya..... pokoknya Sa mendingan ke kuburan daripada ke Mall.

Jam4, saatnya balik ke hotel Mulia. Ketemu sama orangnya, cuap-cuap, okeh-okeh, jreng.... bereslah semua urusan di Jakarta jam5. Mumpung masih sore, mendingan cepet2 langsung pulang khan?! Tujuan utama travel Baraya di Sarinah, biar murah. Dateng sebelum jam6, ternyata semuanya FULL sampe pemberangkatan yang terakhir. Yah terpaksa nyari yang lain.

Tepat banget saat adzan magrib berkumandang. Mendingan solat dulu toh! Kan kata Rasul juga yang utama solat, bener ga?!

Beres solat, tujuan berikutnya, Gambir. Khan hari kerja tuch, kalo orang polos ^_^ "hari ini khan hari kerja, harusnya ga penuh." Pas ada kereta Argo j19.30. Pake busway ampe Gambir jam19, dan setelah melihat loket tiketnya..... Sa ketemu kakak kelas SMA yang bilang "udah abis neng..." Berasa petir di siang bolong disertai hujan badai (mulai error nih otak) Pokoknya shock abis! Tapi harus bisa menenangkan diri... Tenang Sa... tenang.... masih banyak jalan menuju Roma (tapi Sa butuhnya ke Bandung aja, ga mau jauh-jauh ke Roma T-T )

Akhirnya dengan otak yang tenang, mencoba nelpon travel lain. Dan ternyata SEMUA FULL. Ini bukan cuma petir dan badai aja, tapi hati udah kya diiris-iris trus dikasih jus lemon, perih... pedes... Kalo umur Sa baru 6 taun, dah pasti banjir tuch mata. Tapi Sa harus tetap tenang.... tenang Sa.... tenang

Mau-gaMau, jurus terakhir yang dipake. Nlp bos besar kali aja masih ada di Jakarta jadi bisa ngangkut Sa pulang ke bandung. Dan pas di telp, untungnya si Bos masih di Jakarta, dan diriku disuruh nunggu sampe urusannya beres dulu, baru bisa pulang. Akhirnya dengan sabar menanti, diriku menunggu di Dunkin Donuts ditemani dengan satu orange juice ukuran large.

Hampir satu jam menunggu, waktu menunjukan hmpir jam21, dengan 2 batre HP yang 2-2nya kritis, berderinglah HP ku yang sekarat itu dengan membawa berita bahwa SA GA BISA PULANG. Jurus pamungkasku telah dipatahkan kawan! Game over.....

Apa boleh buat, perjuangan berjam2 mengelilingi Jakarta demi bisa pulang ke Bandung, harus diakhiri dengan kata "menyerah". Sa nginep aja di Jakarta sampe sabtu. fiuh... Hikmahnya:
1. berjuanglah, dengan tangan, kaki, otak, pikiran, tenagamu sendiri, jadilah seseorang yang tidak perlu bergantung pada orang lain
2. berusahalah dengan ikhlas, saat hasil tidak datang sesuai dengan harapan, hatimu akan lebih lapang menerimanya

Semoga cerita yang simpang-siur ini bisa jadi pelajaran.

nb: travel penuh karena katanya lagi ga pada beroperasi karena ada razia plat hitam sebagai kendaraan umum T-T