Ga tau kenapa, kalo lagi ada urusan ke Jakarta pasti berujung ketidak-jelasan jadwal pulang. Contoh kasus: bulan Mei saat ada seminar dan demo digital TV di wisma Antara, berakhir dengan nginep di rumah temen karena ga dapet travel pulang.
Today, alias hari ini, kamis, 17 Juli 2008, hal yang sama terjadi lagi, tapi yang ini versi 2 nya, jadi makin yahud, alias makin tragis (eh biasa aja kali ya?!).
Kamis pagi jam6.30 udah berangkat dari Bandung. Nyampe Jakarta, dibumbui dengan rutinitas ibu kota kita yang tak bisa dihindari (red: macet), sampailah di pit stop 1 jam9.30. Beres urusan di tempat pertama hampir memasuki jam2.
Setelah itu menuju pit stop 2, hotel Mulia Senayan. Yang harusnya janjian jam3 sore, diundurlah jadi jam4. Alhasil, daripada bengong dan berakhir ketiduran dengan pose yang ga membuat image diri jatuh terjungkal, mendingan diriku jalan2 ke Plaza Senayan. Ternyata itu Mall lebih menyeramkan daripada kuburan. Bukan karena sepi, tapi.... yah begitu lah.... sepertinya..... pokoknya Sa mendingan ke kuburan daripada ke Mall.
Jam4, saatnya balik ke hotel Mulia. Ketemu sama orangnya, cuap-cuap, okeh-okeh, jreng.... bereslah semua urusan di Jakarta jam5. Mumpung masih sore, mendingan cepet2 langsung pulang khan?! Tujuan utama travel Baraya di Sarinah, biar murah. Dateng sebelum jam6, ternyata semuanya FULL sampe pemberangkatan yang terakhir. Yah terpaksa nyari yang lain.
Tepat banget saat adzan magrib berkumandang. Mendingan solat dulu toh! Kan kata Rasul juga yang utama solat, bener ga?!
Beres solat, tujuan berikutnya, Gambir. Khan hari kerja tuch, kalo orang polos ^_^ "hari ini khan hari kerja, harusnya ga penuh." Pas ada kereta Argo j19.30. Pake busway ampe Gambir jam19, dan setelah melihat loket tiketnya..... Sa ketemu kakak kelas SMA yang bilang "udah abis neng..." Berasa petir di siang bolong disertai hujan badai (mulai error nih otak) Pokoknya shock abis! Tapi harus bisa menenangkan diri... Tenang Sa... tenang.... masih banyak jalan menuju Roma (tapi Sa butuhnya ke Bandung aja, ga mau jauh-jauh ke Roma T-T )
Akhirnya dengan otak yang tenang, mencoba nelpon travel lain. Dan ternyata SEMUA FULL. Ini bukan cuma petir dan badai aja, tapi hati udah kya diiris-iris trus dikasih jus lemon, perih... pedes... Kalo umur Sa baru 6 taun, dah pasti banjir tuch mata. Tapi Sa harus tetap tenang.... tenang Sa.... tenang
Mau-gaMau, jurus terakhir yang dipake. Nlp bos besar kali aja masih ada di Jakarta jadi bisa ngangkut Sa pulang ke bandung. Dan pas di telp, untungnya si Bos masih di Jakarta, dan diriku disuruh nunggu sampe urusannya beres dulu, baru bisa pulang. Akhirnya dengan sabar menanti, diriku menunggu di Dunkin Donuts ditemani dengan satu orange juice ukuran large.
Hampir satu jam menunggu, waktu menunjukan hmpir jam21, dengan 2 batre HP yang 2-2nya kritis, berderinglah HP ku yang sekarat itu dengan membawa berita bahwa SA GA BISA PULANG. Jurus pamungkasku telah dipatahkan kawan! Game over.....
Apa boleh buat, perjuangan berjam2 mengelilingi Jakarta demi bisa pulang ke Bandung, harus diakhiri dengan kata "menyerah". Sa nginep aja di Jakarta sampe sabtu. fiuh... Hikmahnya:
1. berjuanglah, dengan tangan, kaki, otak, pikiran, tenagamu sendiri, jadilah seseorang yang tidak perlu bergantung pada orang lain
2. berusahalah dengan ikhlas, saat hasil tidak datang sesuai dengan harapan, hatimu akan lebih lapang menerimanya
Semoga cerita yang simpang-siur ini bisa jadi pelajaran.
nb: travel penuh karena katanya lagi ga pada beroperasi karena ada razia plat hitam sebagai kendaraan umum T-T
Friday, July 18, 2008
Thursday, July 3, 2008
In The Dark

Gini nih suasana lab di malam hari kalo udah sendirian. Enak, tenang, ga banyak cahaya, mo ngapa-ngapain juga bisa.
Untuk sebagian orang, kegelapan adalah sesuatu yg dihindari. Tapi buat Sa, saat gelap adalah saat yg paling menentramkan. Hitam...kosong...ga harus banyak berpikir. Jadi kalo Bandung lagi black-out, senang banget lah. Kapan ya Bandung mati lampu malam hari?
Kampusku Cantik Sekali Pagi Ini

Udah lama banget ga jalan-jalan di sekitar kampus. Pagi ini setelah dari Bank Muamalat tadinya mo naik angkot aja ke PAUnya. Tapi ntah kenapa jadi pengen lewat kampus, lagian masih pagi, kyanya anak-anak juga blum pada datang ke lab.
Ternyata ga rugi jalan-jalan dulu. Pemandangan di kampus cantik banget. Masih sempet pula liat pelangi di kolam Indonesia tenggelam. Senangnya... Meski kabut masih tebal di Bandung Utara yg bikin Gunung Tangkuban Perahu ga keliatan, tapi semuanya udah bikin pagi Sa jadi indah.
Alhamdulillah... Subhanallah...
Tuesday, July 1, 2008
Saturday, June 21, 2008
Semua Suka Tic Tac

Malem mingguan di Campus Center sambil nonton pagelaran Lingkung Seni Sunda ITB. Dah dapet spot paling enak, clear view, duduk nyaman, sambil makan Tic Tac, snack favorit Engineer Modeling VS.
Disela-sela kenyamanan itu, mulai muncul PENGGANGGU. Si kucing! Meski kucing adalah salah satu binatang kesayangan Engineer Board VS, bukan berarti Engineer yg lain mesti doyan jg sama binatang itu.
Dia mulai merayu dan bermanja-manja. Minta dibelai, minta diperhatiin, jablay banget lah! Bikin kesel. Akhirnya kita kasih aja snack favorit kita, Tik Tac. Dan tak disangka-sangka kawan, dia doyan!
Doyan apa kelaperan! Kasian banget! Semoga dia ga jadi bodo karena MSG!
Friday, June 13, 2008
Friday, January 18, 2008
Sayonara... Obaa-chan
Mengenang 6 Januari 2008
Saat air mata terakhir mengalir
Saat penjara dunia berakhir
Saat kesabaran berbuah kelapangan hati
Untuk seseorang yang dengan tangan, hatinya
Hutang yang tak pernah bisa ku bayar
Berujung doa : Semoga Allah mencintaimu sebagai hambaNya
Saat air mata terakhir mengalir
Saat penjara dunia berakhir
Saat kesabaran berbuah kelapangan hati
Untuk seseorang yang dengan tangan, hatinya
Hutang yang tak pernah bisa ku bayar
Berujung doa : Semoga Allah mencintaimu sebagai hambaNya
I close both locks below the window
I close both blinds and turn away
Sometimes solutions aren't so simple
Sometimes good bye's the only way
The sun will set for you
And the shadow of the day will embrace
The world in grey
And the sun will set for you
In cards and flowers on your window
Your friends all plead for you to stay
Sometimes beginnings aren't so simple
Sometimes good bye's the only way
The sun will set for you
And the shadow of the day will embrace
The world in grey
And the sun will set for you
I close both blinds and turn away
Sometimes solutions aren't so simple
Sometimes good bye's the only way
The sun will set for you
And the shadow of the day will embrace
The world in grey
And the sun will set for you
In cards and flowers on your window
Your friends all plead for you to stay
Sometimes beginnings aren't so simple
Sometimes good bye's the only way
The sun will set for you
And the shadow of the day will embrace
The world in grey
And the sun will set for you
Shadow Of The Day - Linkin Park
Dari Sa mulai bisa mengingat di dunia ini, Ema sudah sakit ginjal. Selama hidupnya (yang Sa ingat), mendapat masalah sana-sini mengenai ginjal kanan dan kiri. Mulai dari batu ginjal sampai gijal rusak dah harus diangkat. Hidup dengan hanya 1 ginjal yang tidak berfungsi dengan baik pasti bukan keinginan setiap orang.
Masih jelas teringat, kurang lebih 2 tahun yang lalu. Saat rambutnya yang biasa panjang terkepang mulai rontok, satu-per-satu sampai hanya menyisakan 1-2 helai yang membuatnya tampak berbeda.
Masih jelas teringat, saat di UGD bersama selama 2 hari, yang ternyata semua penyebab asupan nutrisi keseluruh tubuhnya berkurang adalah gagal ginjal. Racun ditubuh melebihi kadar yang masih dapat diterima. Mual setiap kali makan, makanan yang biasa kita anggap sebagai kenikmatan, menjadi siksaan tersendiri untuknya.
Kesabaran selama 1 tahun lebih menerima proses yang (menurut Sa) kurang manusiawi. Kalo sebagian kawan menolak diajak donor darah yang hanya 3 bulan sekali karena takut jarumnya, maka bayangkanlah, Ema melakukannya 2 kali seminggu dan tidak hanya 1, tapi 2 jarum yang dimasukkan ke pembuluh darah yang lama-kelamaan makin mengeras karena usia. Belum sempat lukanya kering, proses itu tetap harus dilakukan.
Dan terima kasih (hanya itu yang Sa bisa bilang) untuk orang2 yang mau menyumbangkan darahnya (meski tak tahu darah itu akan diterima siapa), yang karena merekalah asupan darah setidaknya 1 bulan sekali tetap ada.
Seiring dengan waktu, tubuhnya makin lemah. Sa masih ingat, Ema tak bisa tidur nyenyak karena luka robek ditangannya yang sudah dijahit tetap mengucurkan darah, tak henti. Saat keadaan 1 tahun yang lalu berulang, Ema tidak sadar, Sa rasa waktunya telah dekat. Hanya Allah yang tahu. Dan saat itu tiba.........
Ema yang dari mulutnya, At-Takatsur mengalir setiap solat berjama'ah bersama, yang sudah tak bisa dilakukannya 1 tahun terakhir
Surah yang selalu dibaca bertahun-tahun sampai Sa hafal dengan sendirinya
Yang Sa selalu ingat bagaimana Ema membacakannya
Ema, sigana Ica can tangtu jadi jelema soleh, tapi ilmu nu mangpaat, nu ica piboga ti Ema, insyaAllah pahalana tiasa maturan Ema di alam kubur. Nuhun Ema.......
Masih jelas teringat, kurang lebih 2 tahun yang lalu. Saat rambutnya yang biasa panjang terkepang mulai rontok, satu-per-satu sampai hanya menyisakan 1-2 helai yang membuatnya tampak berbeda.
Masih jelas teringat, saat di UGD bersama selama 2 hari, yang ternyata semua penyebab asupan nutrisi keseluruh tubuhnya berkurang adalah gagal ginjal. Racun ditubuh melebihi kadar yang masih dapat diterima. Mual setiap kali makan, makanan yang biasa kita anggap sebagai kenikmatan, menjadi siksaan tersendiri untuknya.
Kesabaran selama 1 tahun lebih menerima proses yang (menurut Sa) kurang manusiawi. Kalo sebagian kawan menolak diajak donor darah yang hanya 3 bulan sekali karena takut jarumnya, maka bayangkanlah, Ema melakukannya 2 kali seminggu dan tidak hanya 1, tapi 2 jarum yang dimasukkan ke pembuluh darah yang lama-kelamaan makin mengeras karena usia. Belum sempat lukanya kering, proses itu tetap harus dilakukan.
Dan terima kasih (hanya itu yang Sa bisa bilang) untuk orang2 yang mau menyumbangkan darahnya (meski tak tahu darah itu akan diterima siapa), yang karena merekalah asupan darah setidaknya 1 bulan sekali tetap ada.
Seiring dengan waktu, tubuhnya makin lemah. Sa masih ingat, Ema tak bisa tidur nyenyak karena luka robek ditangannya yang sudah dijahit tetap mengucurkan darah, tak henti. Saat keadaan 1 tahun yang lalu berulang, Ema tidak sadar, Sa rasa waktunya telah dekat. Hanya Allah yang tahu. Dan saat itu tiba.........
Ema yang dari mulutnya, At-Takatsur mengalir setiap solat berjama'ah bersama, yang sudah tak bisa dilakukannya 1 tahun terakhir
Surah yang selalu dibaca bertahun-tahun sampai Sa hafal dengan sendirinya
Yang Sa selalu ingat bagaimana Ema membacakannya
Ema, sigana Ica can tangtu jadi jelema soleh, tapi ilmu nu mangpaat, nu ica piboga ti Ema, insyaAllah pahalana tiasa maturan Ema di alam kubur. Nuhun Ema.......
Subscribe to:
Posts (Atom)

